Cara Membuat Proyeksi Keuangan Sederhana untuk Usaha Kecil

Meja kerja pemilik usaha kecil dengan buku catatan proyeksi keuangan, kalkulator, dan struk pembayaran

Proyeksi keuangan sederhana adalah perkiraan pemasukan dan pengeluaran usaha selama beberapa bulan ke depan, dibuat dengan angka yang masuk akal. Untuk usaha kecil, cukup tiga baris utama: perkiraan pemasukan, perkiraan biaya, dan sisa kas di akhir bulan. Dari situ kamu bisa melihat bulan mana yang bakal tipis dan perlu disiapkan dananya.

Banyak pemilik usaha kecil menunda langkah ini karena mengira butuh aplikasi atau rumus rumit. Kenyataannya, tabel sederhana di spreadsheet sudah cukup asal asumsinya jelas dan kamu tahu mana angka yang benar-benar keluar dari rekening.

Mulai dari tiga angka yang sudah kamu punya

Sebelum membuat baris proyeksi, kumpulkan dulu angka yang sudah ada di catatan penjualan dan buku kas. Kamu tidak perlu data setahun penuh. Tiga bulan terakhir biasanya cukup untuk melihat pola, misalnya bulan ramai dan bulan sepi.

  • Rata-rata pemasukan per bulan dari penjualan tunai dan pembayaran merchant.
  • Biaya tetap seperti sewa tempat, gaji, listrik, dan langganan yang jumlahnya hampir sama tiap bulan.
  • Biaya variabel seperti bahan baku, ongkos kirim, dan komisi pembayaran yang ikut naik saat penjualan naik.

Kalau catatan pembayaran masih tercampur antar kanal, rapikan dulu. Panduan cara mencatat pembayaran merchant agar buku kas rapi menunjukkan cara memisahkan setoran dari tiap kanal supaya angka pemasukan tidak dobel.

Susun tabel proyeksi per bulan

Buat kolom untuk empat sampai enam bulan ke depan. Barisnya berisi kelompok pemasukan dan pengeluaran, lalu di bawahnya sisa kas. Jangan terlalu banyak baris. Yang penting setiap baris bisa kamu jelaskan asalnya.

Baris Contoh isi
Pemasukan penjualan Rata-rata omzet tiga bulan terakhir
Pemasukan lain Penjualan barang bekas, jasa titip, bunga tabungan usaha
Biaya tetap Sewa, gaji, listrik, internet
Biaya variabel Bahan baku, kemasan, komisi pembayaran
Angsuran utang Cicilan pinjaman modal atau leasing alat
Sisa kas bulan ini Kas awal + pemasukan – semua pengeluaran

Isi kolom pertama dengan angka yang paling mungkin, bukan angka paling optimistis. Setelah itu buat satu kolom tambahan berisi skenario pesimistis, misalnya pemasukan turun 20 persen. Dua kolom ini cukup untuk melihat seberapa tahan usaha kamu kalau penjualan melemah.

Pisahkan biaya yang jatuh tempo dari biaya harian

Kesalahan yang sering terjadi adalah memasukkan semua pengeluaran di bulan yang sama tanpa melihat tanggal jatuh temponya. Padahal sewa mungkin dibayar per tiga bulan, sementara bahan baku dibeli tiap minggu. Kalau digabung rata, gambaran kas bulanan jadi menyesatkan.

Buat catatan terpisah berisi daftar tagihan besar dan kapan jatuh temponya. Lalu masukkan angka itu ke kolom bulan yang sesuai. Dengan begitu kamu bisa melihat bulan mana yang kasnya bakal tertekan karena sewa dan cicilan datang bersamaan.

Proyeksi yang berguna membuatmu tahu kapan harus menahan pengeluaran.

Hitung dampak komisi pembayaran merchant

Kalau kamu menerima pembayaran lewat kartu, QRIS, atau dompet digital, komisi merchant memotong pemasukan yang masuk ke rekening. Persentasenya memang kecil, tapi pada omzet harian yang ramai, selisihnya terasa di akhir bulan.

Masukkan komisi ini sebagai baris biaya variabel dengan persentase dari pemasukan, bukan angka tetap. Contohnya, jika rata-rata komisi 2 persen dari penjualan non-tunai dan sekitar separuh omzet masuk lewat kanal itu, hitung perkiraannya dari situ. Angka ini akan otomatis menyesuaikan saat kamu mengubah asumsi pemasukan di skenario pesimistis.

Cara serupa juga dipakai saat menjaga kas ketika penjualan naik turun, seperti dijelaskan dalam panduan cara menjaga arus kas usaha kecil saat penjualan naik turun. Bedanya, proyeksi ini melihat ke depan, bukan hanya mencatat yang sudah terjadi.

Tentukan batas kas minimum

Setelah tabel jadi, lihat baris sisa kas di setiap bulan. Cari angka terendah yang masih membuat usaha bisa jalan, misalnya cukup untuk bayar biaya tetap satu bulan dan beli bahan baku seminggu. Angka itu jadi batas kas minimum kamu.

Kalau proyeksi menunjukkan sisa kas di bawah batas tersebut pada bulan tertentu, kamu punya tiga pilihan: menunda pengeluaran yang tidak mendesak, menagih piutang lebih cepat, atau menyiapkan dana cadangan dari sekarang. Mengetahui bulan rawan sejak awal jauh lebih murah daripada mencari pinjaman mendadak saat kas sudah kosong.

Untuk urusan dana cadangan dan pemisahan rekening, panduan cara memisahkan uang usaha dan uang pribadi pemilik UMKM bisa jadi langkah lanjutan supaya proyeksi tidak kacau karena pengeluaran pribadi ikut masuk.

Perbarui proyeksi setiap awal bulan

Proyeksi yang dibuat sekali lalu disimpan hanya berguna sebulan. Setiap awal bulan, bandingkan angka perkiraan bulan lalu dengan realisasi. Kalau meleset jauh, cari penyebabnya: apakah omzet turun, biaya bahan naik, atau ada pengeluaran tak terduga.

Perbedaan antara perkiraan dan kenyataan ini yang membuat proyeksi makin akurat dari bulan ke bulan. Kamu akan mulai tahu berapa rata-rata selisihnya dan bisa memasukkan angka kehati-hatian di proyeksi berikutnya. Prosesnya cepat, sekitar 20 menit tiap bulan, apalagi kalau catatan harianmu sudah rapi.

Ringkasan

Proyeksi keuangan sederhana untuk usaha kecil berdiri di atas tiga hal: asumsi pemasukan yang realistis, daftar biaya tetap dan variabel beserta jatuh temponya, dan batas kas minimum yang tidak boleh dilewati. Tambahkan skenario pesimistis dan perbarui angkanya tiap awal bulan. Dengan begitu kamu bisa mengambil keputusan soal pengeluaran dan modal berdasarkan angka, bukan perasaan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa bulan ke depan yang perlu diproyeksikan?

Untuk usaha kecil, tiga sampai enam bulan sudah memadai. Rentang lebih panjang berguna kalau kamu sedang berencana menambah cabang atau membeli alat mahal, karena butuh waktu untuk melihat dampaknya ke kas.

Apakah proyeksi ini bisa dipakai untuk mengajukan pinjaman modal?

Bisa, karena pemberi pinjaman biasanya ingin melihat perkiraan kemampuan bayar. Namun keputusan dan syarat pinjaman sepenuhnya ada di tangan lembaga keuangan. Konsultasikan kebutuhan modalmu dengan pihak resmi sebelum mengajukan.

Bagaimana kalau data penjualan lama tidak lengkap?

Mulai dari data yang ada, misalnya catatan sebulan terakhir ditambah perkiraan dari struk atau mutasi rekening. Setelah proyeksi berjalan dua sampai tiga bulan, selisih antara perkiraan dan kenyataan akan membantumu memperbaiki angkanya.

About the Author

You may also like these