Cara Menghitung Modal Usaha Kecil Sebelum Buka Cabang

Pemilik usaha kecil menghitung modal untuk membuka cabang baru di meja kerja

Buka cabang kedua sering terasa menguntungkan karena cabang pertama sudah jalan. Padahal biaya membuka cabang baru muncul jauh sebelum uang pertama masuk: sewa di muka, deposit, perbaikan tempat, stok awal, sampai gaji karyawan baru yang belum menghasilkan penjualan apa pun. Cara menghitung modal usaha kecil untuk cabang baru perlu dilakukan mundur, dari tanggal buka sampai kas benar-benar cukup menutup biaya harian.

Mulai dari biaya yang harus dibayar sebelum cabang beroperasi

Kesalahan paling umum adalah menghitung modal dari perkiraan omzet cabang baru. Yang perlu dihitung lebih dulu adalah semua pengeluaran yang jatuh tempo sebelum cabang bisa melayani pembeli pertama. Kelompokkan menjadi tiga: biaya tempat, biaya isi tempat, dan biaya operasional awal.

  • Biaya tempat: sewa bulan pertama sampai ketiga, deposit atau jaminan, biaya balik nama jika mengambil alih ruko, dan biaya notaris kalau ada perjanjian sewa.
  • Biaya isi tempat: renovasi ringan, rak, meja kasir, peralatan masak atau mesin produksi, instalasi listrik tambahan, dan papan nama.
  • Biaya operasional awal: stok barang pertama, gaji karyawan minimal dua bulan, listrik dan air, internet, serta biaya promosi pembukaan.

Angka-angka ini sering diabaikan karena dianggap bisa dibayar dari penjualan cabang baru. Kenyataannya, cabang baru biasanya butuh satu sampai tiga bulan untuk penjualannya stabil. Selama masa itu, kas dari cabang lama yang menutup semuanya.

Hitung berapa bulan cabang baru bisa menutup biayanya sendiri

Setelah semua biaya di depan terkumpul, buat perkiraan kapan cabang baru mulai balik modal secara operasional. Caranya: kurangi perkiraan penjualan bulanan dengan biaya tetap bulanan seperti sewa, gaji, listrik, dan internet. Sisa dari selisih itu dipakai untuk menutup biaya di depan tadi.

Kalau perkiraan penjualan bulanan hanya sedikit di atas biaya tetap, cabang baru butuh waktu lama untuk mengembalikan modal. Dalam kondisi seperti itu, lebih aman menunda cabang atau mencari lokasi dengan sewa lebih rendah. Jangan biarkan semangat membuka cabang membuat perhitungan ini dibuat terlalu optimistis.

Bagian ini juga berkaitan dengan pengelolaan kas harian. Kalau kas cabang lama sudah ketat, menarik dana besar untuk cabang baru justru bisa membuat dua-duanya kesulitan. Sebelum menarik dana, pastikan kas usaha kecil di cabang lama sudah punya cadangan. Cara mengatur kas usaha kecil agar tidak boncos bisa jadi acuan untuk menilai seberapa siap kas menanggung beban tambahan.

Sisihkan dana tak terduga minimal 10 sampai 15 persen

Renovasi hampir selalu lebih mahal dari perkiraan. Ada saja biaya tambahan: pipa bocor, lantai harus diganti, atau izin lingkungan yang perlu diurus. Sisihkan dana tak terduga minimal 10 sampai 15 persen dari total biaya di depan. Kalau ternyata tidak terpakai, dana itu bisa menjadi cadangan kas cabang baru selama masa awal.

Dana tak terduga berbeda dengan modal cadangan. Dana tak terduga dipakai untuk membiayai hal yang memang terjadi saat persiapan. Modal cadangan dipakai agar cabang tetap jalan kalau penjualan bulan pertama jauh di bawah perkiraan. Keduanya sebaiknya disiapkan terpisah.

Hitung ulang dari sisi arus kas, bukan hanya total biaya

Total biaya yang besar tidak selalu masalah kalau pembayarannya tersebar. Sebaliknya, total biaya yang terlihat sedang bisa jadi masalah kalau semua tagihan jatuh di bulan yang sama. Susun jadwal pembayaran dalam satu tabel sederhana untuk melihat kapan kas benar-benar berkurang.

Bulan Pengeluaran Perkiraan kas keluar
Bulan 1 Deposit, sewa, renovasi awal Paling besar
Bulan 2 Peralatan, stok, gaji karyawan Sedang
Bulan 3 Promosi pembukaan, operasional Mulai menurun

Dengan jadwal seperti ini, kamu bisa mengatur kapan perlu mencari tambahan dana dan kapan kas dari cabang lama bisa dipakai. Kalau ternyata butuh tambahan, pelajari pilihan pendanaannya jauh-jauh hari. Cara cepat cair modal usaha untuk UMKM tanpa ribet bisa membantu, tapi tetap hitung kemampuan cicilan bulanan supaya tidak mengganggu kas operasional.

Tentukan batas maksimal dana yang boleh diambil dari kas utama

Kas utama sebaiknya tidak terkuras sampai di bawah kebutuhan operasional harian. Tentukan batasnya, misalnya maksimal 30 sampai 40 persen dari saldo kas yang tersedia. Angka pastinya tergantung seberapa lancar penjualan cabang lama dan seberapa besar pengeluaran rutin bulanan.

Kalau kebutuhan modal cabang baru melebihi batas itu, ada beberapa pilihan: menunda pembukaan, mencari lokasi dengan biaya sewa lebih ringan, atau menambah pendanaan dari luar. Yang penting, jangan mengambil dana sampai kas harian terganggu hanya karena target pembukaan sudah ditetapkan.

Cek ulang setelah cabang berjalan sebulan

Setelah cabang beroperasi, bandingkan realisasi dengan perhitungan awal. Catat mana yang lebih mahal dan mana yang lebih murah. Kalau mau buka cabang lagi di masa depan, catatan ini menjadi dasar perhitungan yang lebih akurat. Sekaligus membantu melihat apakah sistem pembayaran dan pencatatan penjualan cabang baru sudah berjalan lancar. Kalau belum, pelajari cara terima pembayaran merchant untuk UMKM supaya uang masuk tercatat rapi sejak hari pertama.

Ringkasan

Menghitung modal usaha kecil untuk cabang baru berarti menghitung semua biaya yang jatuh sebelum cabang menghasilkan uang, menambahkan dana tak terduga, dan menyusun jadwal arus kasnya. Batasi jumlah dana yang diambil dari kas utama, dan evaluasi realisasinya setelah sebulan berjalan. Perhitungan yang konservatif lebih aman daripada optimisme yang membuat kas terganggu.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa lama biasanya cabang baru mulai balik modal?

Waktunya berbeda-beda tergantung jenis usaha, lokasi, dan biaya tetap bulanan. Usaha dengan margin tipis biasanya butuh waktu lebih lama dibanding usaha dengan margin lebih besar. Sebaiknya hitung sendiri dari perkiraan penjualan bulanan dikurangi biaya tetap, lalu lihat berapa bulan untuk menutup biaya di depan.

Apakah modal buka cabang harus selalu dari tabungan sendiri?

Tidak harus. Sebagian pengusaha menggabungkan tabungan, laba ditahan dari cabang lama, dan pinjaman usaha. Yang perlu dijaga adalah porsi cicilan bulanan tetap aman terhadap arus kas, supaya operasional harian tidak terganggu.

Kalau perkiraan penjualan cabang baru ternyata meleset, apa yang harus dilakukan?

Kurangi pengeluaran yang belum mendesak, evaluasi stok dan jam operasional, lalu fokuskan promosi pada produk atau layanan yang paling cepat terjual. Hindari menutup kekurangan dengan terus mengambil dari kas cabang lama tanpa batas yang jelas. Kalau kondisi keuangan memburuk, konsultasikan dengan konsultan keuangan usaha sebelum mengambil keputusan besar.

About the Author

You may also like these